Tag Archives: jenuh;bisnis;pekerja;

Cara Mengatasi Rasa Jenuh

Sudah hampir 10 tahun Joko bekerja pada perusahaan yang sama. Tidak ada yang salah dengan pekerjaannya, dan ia juga sangat menikmati pekerjaan tersebut. Namun kadang ada saat-saat ia merasa seperti ada yang kurang.

“Hidup saya rasanya seperti adegan film yang diulang-ulang,” keluh Joko.  Wajar saja, karena itulah yang dinamakan masa jenuh. Sebab, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan apa pun tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Bila semua orang menyukai pekerjaan mereka geluti, kemungkinan mereka tidak menyebutnya sebagai pekerjaan melainkan hobi. Mereka yang beruntung adalah orang yang dibayar karena melakukan “hobi” mereka.

Sebaliknya, bagi sebagian besar dari kita, tempat kerja bisa menjadi lingkungan yang tidak menyenangkan dan juga menguras seluruh energi. Penyebabnya mungkin karena atasan yang tidak cocok, perselisihan dengan sesama rekan kerja, atau bawahan yang tidak kompeten. Akan tetapi, dalam kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, gagasan untuk berhenti dari suatu pekerjaan tanpa memiliki cadangan adalah sangat berisiko.

Nah, bila Anda menemukan diri terseok-seok, selalu merasa tersiksa di pagi hari, atau bahkan tidak mampu rileks di akhir minggu, ini merupakan gejala “penyakit” rasa jenuh terhadap pekerjaan. Tips berikut ini bisa digunakan untuk beradaptasi dengan masa-masa jenuh tersebut.

1. Jangan “Mengeluarkannya” di Kantor.

Jangan mengeluh dan menunjukkannya di kantor. Biasanya orang-orang yang mendengarkan keluhan kita adalah istri atau pacar.  Tetapi sekarang era feminisme, jadi mungkin mereka juga bekerja dan mengalami masalah yang sama. Teman-teman pun bukan pilihan tepat karena mereka punya masalah sendiri-sendiri.  Kita juga tidak dapat mengeluh kepada sesama rekan kerja karena mereka kemungkinan adalah “bagian” dari masalah tersebut.

Cobalah  keluarkan segala keluhan lewat forum-forum yang memang disediakan untuk hal seperti ini. Sementara Anda mencari tempat kerja yang baru, Anda dapat melihat apa komentar orang lain tentang tempat kerja yang sekarang atau tempat yang sedang Anda incar. Anda juga bisa melihat kenyataan bahwa mungkin banyak orang lain yang memiliki nasib lebih buruk ketimbang Anda.

2. Ingat, Ini Tidak Selamanya.

Orang gampang beranggapan bahwa situasi ini tidak akan berakhir. Itu tidak benar. Para pekerja rata-rata punya pekerjaan lebih dari satu. Menurut Atlantic Canada Opportunities Agency, suatu kelompok yang mengikuti tren ekonomi, jumlah karier yang dapat dimiliki oleh seorang pekerja semasa hidupnya ada lima—tetapi angka ini makin meningkat. Gonta-ganti pekerjaan setiap beberapa tahun sudah lazim dilakukan saat ini. Jadi, Anda tidak perlu berpikir bahwa hal itu akan berdampak buruk pada resume Anda.

3. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri.

Ini adalah sebuah nasihat yang bagus, tidak peduli Anda menyukai pekerjaan atau tidak. Mudah bagi kita untuk jadi sulit tidur, sulit makan, dan kurang konsentrasi dalam bekerja. Oleh sebab itu, jalankanlah aktivitas yang Anda sukai (mulai dari bekerja di luar sampai membaca koran) dan lakukanlah sebagai salah satu kegiatan rutin pagi. Dengan demikian, Anda akan bersemangat melakukan aktivitas tersebut daripada pekerjaan Anda. Hal ini juga bisa memberikan Anda energi tambahan yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan.

Beristirahatlah, have fun, dan belajarlah tertawa…

4. Tambahkan “Bumbu” dalam Pekerjaan.

Tidak ada orang yang selalu bekerja di dalam kantor. Cobalah berikan diri Anda sedikit istirahat dari hari-hari kerja. Tonton tim olahraga favorit Anda di televisi atau dengarkan musik (bila memungkinkan). Keluarlah untuk makan siang dan gunakan waktu tersebut untuk mengurangi ketegangan di kantor. Mainkan game ringan di komputer (tetapi jangan pada jam kerja). Triknya adalah menemukan sesuatu yang Anda sukai dan menikmatinya selama beberapa menit di waktu senggang.

5. Pertahankan Sense of Humor Anda.

Tertawa adalah obat yang terbaik. Humor mampu meningkatkan kemampuan orang untuk beradaptasi dengan beragam situasi dan memberikan perspektif bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Coba tambahkan humor sedapat mungkin dalam kegiatan rutin Anda sehari-hari. Tonton drama komedi, dengarkan siaran radio non-berita.  Mempertahankan selera humor dengan baik bisa membuat Anda menjadi orang yang optimis dan semakin bersemangat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

6. Fokus pada Kehidupan di Luar Kantor

Bila Anda menghabiskan waktu 8 jam sehari di kantor, 8 jam untuk tidur, maka masih tersedia 8 jam lagi waktu untuk diri Anda sendiri. Bila Anda membiarkan hari-hari yang menyebalkan di kantor mengambil alih hidup Anda, maka Anda membiarkan perusahaan mencuri waktu Anda tanpa membayarnya. Gunakan waktu Anda pada siang hari dan fokuslah pada apa yang diinginkan. Lepaskan ketegangan dengan berolahraga. Pergilah ke bioskop dengan teman-teman yang Anda sukai atau menyantap makanan favorit dengan porsi yang memuaskan. Tujuan utamanya adalah meyakinkan diri bahwa Anda meninggalkan pekerjaan di tempat yang seharusnya… di kantor.

7. Jadilah Pekerja yang Lebih Baik.

Anda mungkin tidak merasa senang dengan pekerjaan, tetapi bukan berarti harus membuang-buang waktu. Karena Anda nantinya akan melamar pekerjaan yang lain, maka sekalian saja tingkatkan seluruh kemampuan dan keahlian Anda. Ambil sebanyak mungkin program training yang ada bila perusahaan menawarkannya. Minta izin kepada atasan untuk mengikuti training tersebut. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan!

Jangan menjadi pengacau dan rencanakan tindakan Anda selanjutnya…

8. Jangan Kacaukan Pekerjaan Anda.

Sebuah catatan penting mengenai tip yang sebelumnya, biar bagaimanapun buruknya keadaan, Anda tentu tidak ingin menghancurkan semua pekerjaan yang telah dilakukan. Bahkan bila Anda benar-benar pindah ke tempat lain, tidak ada alasan untuk meninggalkannya dalam keadaan kacau. Jadi, jagalah hubungan Anda tetap baik dengan pekerjaan Anda kapan pun juga.  Performance Anda pada pekerjaan sekarang turut menentukan pekerjaan yang selanjutnya. Gunakan hal tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja. Sikap yang positif selalu dapat mengalahkan situasi yang buruk.

9. Kelola Aktivitas dalam Pekerjaan.

Bila masalah Anda adalah pekerjaan yang semakin berat, kemungkinan besar rekan-rekan kerja yang lain juga merasakan hal  serupa. Bila Anda bisa akur dengan sesama rekan kerja, coba untuk mengadakan kegiatan bersama mereka untuk melepaskan ketegangan. Kelola acara-acara seperti pergi main bowling setelah jam kerja, nonton pertandingan olahraga, bertanding dengan divisi atau kantor lain untuk memperluas networking.

10. Tentukan Rencana Karier Anda.

Cara yang paling baik untuk melewati masa-masa sulit adalah menentukan tujuan karier Anda sendiri, dan berusaha untuk memenuhinya.  Dengan menetapkan tujuan, Anda akan menentukan juga di mana garis finish-nya. Dan dengan mencapai tujuan secara harian, mingguan, dan bulanan bisa memberilkan semangat, motivasi serta pikiran positif bagi diri Anda sendiri.

11. Cari Bantuan Profesional.

Lebih dari 19 juta penduduk Amerika menderita depresi. Walaupun stres di tempat kerja bukan penyebab utama depresi, hal itu tetap merupakan salah satu faktor pendukungnya. Bila Anda merasa tidak dapat beradaptasi dengan pekerjaan, penting juga untuk mencari bantuan dari mereka yang andal dan berpengalaman sebelum masalahnya bertambah parah. Tujuannya untuk mempertahankan akal sehat Anda di atas segalanya.

Banyak perusahaan besar yang menawarkan program konseling untuk membantu karyawan mengatasi masalah dan beradaptasi dengan pekerjaannya. Prinsipnya adalah: seorang pekerja yang happy adalah seorang pekerja yang produktif.

Bekerja “9 to 5” dengan sebuah pekerjaan yang buruk bisa menjadi akhir dari segalanya bagi Anda. Kunci utama untuk bertahan adalah mempunyai visi melebihi masalah Anda saat ini. Tidak perlu berpikir keras bagaimana supaya bisa menyukai pekerjaan yang Anda benci, atau mengapa bisa menjadi jenuh dengan pekerjaan sekarang. Anda hanya perlu beradaptasi sebaik mungkin dengan pekerjaan, sampai semua masalah bisa teratasi atau sampai menemukan pekerjaan lain yang lebih baik.

*berbagai sumber