Inilah 10 Kualitas Dalam Diri Pengusaha Sukses

Dalam bisnis,  bagaimana cara Anda untuk sukses? Kualitas seperti apa yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha sukses? Ini adalah pertanyaan umum yang setiap pemilik bisnis ingin tahu. Dan mereka mencoba untuk memahaminya.

Kabar baiknya, mereka (pengusaha sukses) telah memperlihatkan kepada kita tentang apa yang membuat mereka menjadi besar. Ada sejumlah strategi yang dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda sendiri untuk meningkatkan peluang dan keberhasilan bisnis Anda.

Berikut adalah kualitas yang ada pada diri pengusaha sukses:

Mereka memiliki mimpi besar

Pengusaha sukses memiliki mimpi yang besar. Hal ini penting untuk bermimpi besar. David Novak, Chairman dan CEO Yum! Mengatakan, saya ingin terus bermimpi besar, bahkan jika orang berpikir saya melampau batas. Jika kita menetapkan tujuan yang berani, setidaknya kita memiliki tujuan untuk mencapainya. Namun, jika kita tidak memilikinya, apa gunanya muncul hari esok?

Mereka bisa mengidentifikasi peluang

Belajar bagaimana cara menemukan peluang adalah sifat penting yang harus dimiliki setiap pengusaha sukses. Seperti yang dikatakan  Gladys Edmunds, “Terkadang kesempatan datang dengan sendirinya. Namun, di waktu lain Anda harus mengejar kesempatan itu.”

Mereka siap untuk menang

Untuk menjalankan bisnis yang sukses membutuhkan kerja ekstra untuk mengelolanya. Mark Cuban mengatakan bahwa  setiap orang memiliki keinginan untuk menang, tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menang.

Mereka bersedia untuk bekerja keras dari sebelumnya

Ryan Allis menggambarkan kerja keras seperti ini, apakah anda bekerja 70 jam per minggu selama berbulan-bulan, ditambah Anda rela tidur di kantor  ketika lembur, dan anda tetap tetap mencari investor setelah pinjaman Anda ditolak oleh 50 bank.

Mereka disiplin dan fokus

Apa yang anda lakukan setiap hari akan menentukan apakah anda akan berhasil atau tidak dalam jangka panjang. Disiplin diri sangatlah penting, karena itu yang akan mendorong anda untuk bekerja dan bertahan dalam bisnis saat tantangan datang menghadang ketika menjalankan bisnis.

Mereka optimis, tapi mempersiapkan diri untuk terpuruk

Seperti yang ditulikan Donald Trump dalam bukunya: “Belajar untuk menghadapi masalah akan menyelamatkan saya dari banyak energi yang terbuang, dan akan menyelamatkan anda dari kejutan yang tak terduga. Ini seperti kehidupan, pasang surut yang tak terelakkan sehingga hanya mencoba untuk mempersiapkan dari untuk menghadapi mereka”.

Mereka cari dan bekerja dengan mitra yang tepat

Kitty Holding mengatakan, “mencari pasangan sejati adalah salah satu hal yang paling penting yang harus anda lakukan. Anda akan jauh lebih baik bila memiliki pasangan yang benar-benar dipercaya, dapat diandalkan, dan berfungsi secara efektif sebagai penyeimbang untuk kelemahan anda.”

Mereka berinovasi dan berpikir beda

Untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang kompetitif anda harus inovatif, jangan mengejar ketinggalan Anda, melainkan menciptakan pasar baru dan menemukan kembali yang baru.

Mereka tahu cara menjual

Penulis Donna Fenn menyarankan: “Pikat pelanggan Anda, dengan tidak menghadirkan produk anda sebagai komoditas tetapi dengan menjual sesuatu yang jauh lebih emosional dan berharga.”

sumber : http://www.marketing.co.id/blog/2012/12/10/inilah-10-kualitas-dalam-diri-pengusaha-sukses/

Iklan

Buku “Keajaiban Tangan Di Atas” Sudah Terbit

Alhamdulillah pada minggu lalu buku karya saya dan sahabat saya, @roniyuzirman sudah terbit. Buku berjudul “Keajaiban Tangan Di Atas” ini diharapkan menjadi panduan untuk para wirausaha baru yang ingin memulai dan membesarkan usahanya.

Buku ini juga merupakan buah tangan dari para pendiri Komunitas TDA, yang ingin mendokumentasikan sejarah pendirian TDA, kegiatan-kegiatan unggulan TDA seperti: Mastermind, Kelompok Mentor Bisnis, Bisnis Ala Pak Haji Alay dan Formula Sukses TDA serta menampilkan kisah sukses dari 11 member TDA.

Buku ini diberikan Kata Pengantar khusus dari Bapak Chairul Tanjung, Pemilik CT Corp dan Ketua Komite Ekonomi Nasional serta testimoni dari para sahabat TDA.

Semoga buku ini bermanfaat untuk kemajuan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia dengan lahirnya pengusaha dari generasi-generasi baru.

Terima kasih saya ucapkan kepada para pendiri TDA, pengurus TDA Pusat maupun wilayah, serta para sahabat dan member TDA di pelosok nusantara.

Salam Sukses Mulia!

Iim Rusyamsi

Twitter: @iimrusyamsi ; Blog: http://iimrusyamsi.com ; Fanpage: http://www.facebook.com/iimrusyamsipage

Berikut resensi buku dan testimoni yang ada:

KabarJakarta.com – The true entrepreneur is a doer, not a dreamer. Demikian Nolan Bushnell menyatakan bahwa sejatinya seorang entrepreneur adalah seseorang yang bertindak, bukan seorang pemimpi. Jika memang kita ingin terjun di dunia tersebut, maka bertindaklah sesegera mungkin meskipun kecil. Bukan malah terbuai lebih dahulu dengan mimpi kesuksesan yang bahkan jalannya pun belum ditapaki sama sekali.

Untuk menjadi seorang entrepreneur atau pebisnis atau pengusaha ini haruslah diwujudkan dengan aksi nyata. Sebuah langkah kecil yang diambil mungkin akan membawa kepada kesuksesan. Karena seribu langkah yang mungkin akan ditempuh dalam upaya mencapai kesuksesan ditentukan oleh keberanian melakukan one single step.

Apa saja jalan menuju kesuksesan itu? Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) membagi kepada publik apa-apa saja yang mungkin bisa dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Melalui buku Keajaiban Tangan Di Atas, para founder TDA, Badroni Yuzirman dan Iim Rusyamsi, memberikan pencerahan bagi mereka yang memutuskan dirinya untuk totalitas berbisnis namun tidak tahu harus memulai dari mana.

Dalam buku ini, para founder komunitas membocorkan kunci utama kesuksesan mereka, dan kesuksesan hampir mayoritas member komunitasnya. Apa kunci utama itu? Kunci utama itu bernama silaturahmi dan berbagi. Kedua hal inilah yang menjadi salah satu keajaiban Tangan Di Atas.

Sumber: http://kabarjakarta.com/mengintip-keajaiban-tangan-di-atas—-.html

Penulis: Badroni Yuzirman & Iim Rusyamsi
Ukuran: 15 x 23 cm
Tebal: xiv + 190 hlm
Penerbit: Qultum Media
ISBN: 979-017-232-X
Harga:Rp54.000,-
Buku Keajaiban Tangan di Atas yang ditulis oleh Sdr Badroni Yuzirman dan Sdr lim Rusyamsi menggambarkan fenomena baru di Republik tercinta ini, tentang kiprah anak muda membedah kebekuan dunia usaha bagi generasi muda melalui karya nyata untuk terjun dalam bidang usaha yang membuka lapangan kerja.
Chairul Tanjung, Ketua KEN dan Chairman CT Corp

Buku yang ditunggu-tunggu! Akan mengajaibkan banyak orang! Persis seperti yang telah dilakukan oleh komunitas TDA selama ini.
Ippho Santosa, Penulis Mega-Bestseller 7 Keajaiban Rezeki & Pendiri TK Khalifah

Momentum itu terjadi karena dua hal. Tercipta dan diciptakan. Komunitas TDA muncul karena keduanya. Buku ini menjadi pelecut dan bagian untuk menciptakan serta menghadirkan momentum kebangkitan wirausaha Indonesia.
Isdiyanto, Pemimpin Redaksi Majalah WK

Lingkungan pasti mempengaruhi kita. Jika ingin jadi orang baik, dekat-dekatlah dengan yang baik. Jika ingin pintar, mendekatlah ke orang-orang pintar. Jika ingin jadi pengusaha? Banyaklah bergaul dengan pengusaha yang dengan suka rela berbagi kesuksesan dan kegagalan. Salah satu “tempat berbagi” itu Tangan Di Atas. Buku ini salah satu jendela mengenal TDA, yang ditulis berdasarkan pengalaman pendiri dan diramu dengan beberapa teori. Simak, dan ketahui mengapa kita bisa jadi pengusaha.
Nukman Luthfie, Pengusaha Creative Digital

Menjadi pengusaha bukanlah soal keturunan tetapi soal nyali dan Lingkungan. Orang-orang yang mengambil jalan hidup sebagai pengusaha pastilah memiliki nyali di atas rata-rata orang. Tetapi sekedar nyali tidak akan menjadikan usaha Anda bertumbuh dengan pesat. Anda memerlukan komunitas yang pas agar bisnis mengalami percepatan. Komunitas yang sangat pas untuk pengusaha yang ingin melesat dengan karakter yang kuat adalah TDA. Segera gabung, Anda pasti mendapat banyak untung.
Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia

Sumber : http://qultummedia.com/pengembangan-diri/keajaiban-tangan-di-atas-detail.html

Asal Usul Munculnya Komunitas Tangan di Atas (TDA)


Sangat cerdas menggunakan semiotika tangan di atas sebagai perlambang memberi dan diimplementasikan dalam sebuah komunitas yang saling mengasihi sesama anggotanya dengan cara membimbing, memfasilitasi dan membantu untuk sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya.

Awal berdirinya Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sangat unik namun sederhana, berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tanggal 12 Januari 2006 adalah tanggal diadakannya talkshow tersebut yang dihadiri oleh sekitar 40 orang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur.

Dari talkshow itulah diperkenalkan istilah Tangan Di Atas yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung take action memulai bisnis. Pada tanggal 1 Februari, seminggu setelah itu dibukalah Moslem Fashion Area dengan para pengisi kiosnya 12 orang dari peserta talkshow itu.

Untuk memperlancar komunikasi di antara para alumni talkshow, maka dibuatlah sebuah mailing list untuk saling berkoordinasi mengenai toko masing-masing dan membahas permasalahan bisnis. Pada akhirnya mailing list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota mencapai ratusan orang.

Kini anggota komunitas TDA tersebar seantero Indonesia dan berjejaring lebih banyak menggunakan komunikasi online. Anggotanya mencapai hampir 1500 orang. Dapatkah kegiatan dan success story TDA ini menginspirasi berjuta bangsa Indonesia untuk memulainya dengan cara yang paling sederhana, secara kolektif dan bersama membangun kekuatan dan saling membantu.

Lebih Jauh Tentang TDA

Visi
Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban

Misi

  1. Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.
  2. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018.
  3. Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community.
  4. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota.
  5. Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Nilai TDA

  1. Silaturahim (Saling mendukung, Sinergi, Komunikasi, Kerja sama, Berbaik sangka, Team work, Sukses bersama)
  2. Integritas (Kejujuran, Transparansi, Amanah, Win-win, Komitmen, Tanggungjawab, Adil)
  3. Berpikiran Terbuka (Continuous learning, Continuous improvement, Kreatif, Inovatif)
  4. Berorientasi Tindakan (Semangat solutif, Konsisten, Persisten, Berpikir dan bertindak positif, Give and take, Mindset keberlimpahan)
  5. Fun (Menjaga keseimbangan dalam hidup)

Tentang Komunitas Tangan Di Atas (TDA)

Apa Itu Komunitas TDA?

Adalah sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire.

Apakah sesederhana itu?

Tidak, nama ini merupakan perwujudan dari keyakinan kami bahwa menjadi Tangan Di Atas itu lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Kami mengartikannya juga TDA sebagai pengusaha dan TDB sebagai karyawan. Di samping itu kami juga meyakini bahwa dengan menumbuhkan semangat berwirausaha, merupakan salah satu solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi bangsa.

Bagaimana cara mewujudkannya?

Ya, tentu saja dimulai dari kami sendiri. Dengan semangat saling berbagi, saling mendukung dan bekerja sama dalam komunitas TDA. Semua itu telah diwujudkan dalam beberapa kegiatannya.

Kenapa harus dengan komunitas?

Kami yakin dengan bersama-sama segalanya akan lebih ringan. Keyakinan itu terbukti dengan kebersamaan ini kami bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ada ciri khas lain yang membedakan TDA?

Ada, yaitu action oriented. Makanya seiring diplesetkan menjadi Take Double Action. TDA menghindari banyak melakukan diskusi dan perdebatan yang tidak produktif.

Apakah TDA lembaga sosial?

Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya.

Siapa saja member TDA ini?

Beragam. Tapi kalau di bagi ada 3 kategori, yaitu:

1. TDA, yaitu member yang sudah full berbisnis dan dalam upaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi.

2. TDB, yaitu member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA

3. Ampibi, yaitu member yang masih dalam tahap peralihan dari TDB ke TDA dengan melakukan bisnis secara sambilan

Apa saja kegiatan TDA?

1. TDA Garment (12 kios di ITC Mangga Dua dan 4 di Metro Tanah Abang)

2. TDA Seluler (9 konter ITC Mangga Dua)

3. TDA IT (+- 20 kios Mangga Dua Square, workshop, seminar IT)

4. TDA Goes To Franchise (kajian dan laboratorium konsep bisnis)

5. TDA Peduli (kerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap Dompet Dhuafa Republika)

6. TDA Wealth Strategy Club (diskusi dan penerapan wealth strategy)

7. TDA Event Organizer (seminar, talkshow, bazaar, pameran, tour)

8. TDA Business Re-education (seminar, business game, business coaching, bekerja sama dengan Action International Business Coaching http://www.action-international.com/, http://www.actioncoaching.com/)

9. TDA Business Conference on Yahoo! Messenger

10. TDA Business Portal (on progress)

11. TDA Daerah (Bekasi, Tangerang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Batam)

12. TDA Spiritual (pengajian bulanan)

13. TDA Finance

14. TDA Business Book Club, dll

Mengenal TDA lebih jauh silakan mampir di http://www.tangandiatas.com/

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Tentang Mimpi Membangun An Entrepreneur Nation

Beberapa waktu lalu, kita telah membahas tentang pentingnya menginjeksikan spirit kesaudagaran manakala sebuah bangsa hendak melenting menuju ranah kemakmuran. Narasi tentang kemonceran sebuah negeri dengan kata lain selalu dibentangkan oleh kisah heroisme barisan para entrepreneurnya.

Sayang, seperti yang pernah saya tulis disini, masih banyak ikhtiar yang perlu dirajut untuk bisa membentangkan benih-benih kemandirian ekonomi itu dalam keseharian masyarakat kita. Beruntung kini banyak anggota masyarakat yang dengan penuh kegairahan mencoba menegakkan kembali spirit entrepeneurship itu. Salah satunya adalah sebuah komunitas yang heroik nan penuh gairah bernama Tangan Di Atas – sebuah komunitas yang ingin menegakkan sebuah mimpi tentang terciptanya an entrepreneur nation.

Nama Tangan Di Atas sendiri diracik lantaran para anggotanya berniat untuk menjadi insan yang memiliki tangan diatas – maksudnya ingin menjadi insan yang senantiasa bisa menciptakan dan memberikan pekerjaan bagi sesama; dan tidak selamanya menjadi TDB (tangan dibawah) – maksudnya setiap bulan masih menerima gaji. TDA juga berarti ingin menjadi insan yang mandiri secara ekonomi dan finansial; dan pada ujungnya senantiasa ingin menjadi insan yang bisa menebarkan rahmat dan kemuliaan bagi sesama.

TDA sendiri lahir lantaran sebuah blog yang diasuh oleh anak muda progresif bernama Roni Yuzirman. Melalui beragam tulisan di blognya tentang entrepreneurship dan bisnis, ia memprovokasi dan menginspirasi pembacanya untuk berani mengambil tindakan menjadi insan-insan mandiri. Only Inspired Action Brings You Closer To Your Dreams, begitu semboyan yang selalu ia suarakan dengan penuh kegairahan.

Demikianlah, melalui interaksi antara dia dengan segenap pembacanya lalu terbentuklah Komunitas Tangan Di Atas pada tahun 2006 lalu. Kini, komunitas ini telah memiliki anggota lebih dari 2000-an orang dan tersebar di segenap penjuru Nusantara; dan banyak diantaranya masih berstatus karyawan yang ingin belajar dan berniat menjalankan bisnis sendiri.

Sampai saat ini Roni sendiri tetap rajin mengupdate isi blognya. Tulisannya asyik untuk dibaca, tangkas dan cergas. Saya nyaris tak pernah melawatkan isi postingannya. Sebab disana saya selalu bisa menemukan buih-buih pembalajaran yang kaya nuansa, bijak dan juga inspiratif (thanks Ron for your insightful blog !!).

Melalui serangkaian program yang digelar secara rutin – baik melalui media online ataupun offline, komunitas TDA tampaknya telah berhasil menumbuhkan para entrepreneur muda yang terus dengan gigih menjalankan roda usahanya. Begitulah, disitu kita kita bisa mendengar kisah tentang seorang star employee di perusahaan mutinasional Pfizer yang memutuskan untuk resign, dan kemudian memilih menjadi juragan batik online.

Juga tentang seorang profesional muda di perusahaan farmasi raksasa Pfizer yang mantap mengundurkan diri, dan kemudian memilih menjadi saudagar Emas yang kini kian menjulang bisnisnya. Atau juga seorang ibu muda elegan nan rupawan yang memutuskan untuk pindah kuadran, dan kemudian menekuni bisnis kaos yang terus berkibar-kibar.

Setiap tahun TDA melakukan semacam annual conference. Mereka menyebutnya Milad TDA. Tahun ini miladnya akan diselenggarakan pada tanggal 28 Feb – 1 Maret mendatang. Selama dua hari itu, kita akan disuguhi beragam sesi pembelajaran yang spektakuler, mulai tentang strategi bisnis oleh pakar dari MarkPlus, sesi motivasi oleh sang guru Tung Desem Waringin, hingga pelajaran leadership oleh sang pengarang buku Kubik Leadership yang fenomenal itu. Biayanya cuma Rp 400 ribu, sebuah harga yang murah untuk sesi seminar selama dua hari dengan para pembicara yang bermutu unggul. Saya sendiri memutuskan untuk ikut hadir dalam Milad itu : mencoba merengkuh beragam pengetahuan dan ketrampilan yang kiranya sangat bermanfaat. Jika Anda kebetulan ada waktu dan menginginkan ikut hadir, Anda bisa mendaftar DISINI.

Komunitas TDA dengan beragam kiprahnya mungkin telah memberikan kontribusi yang berarti bagi penumbuhan iklim kemandirian ekonomi di negeri ini. Impian tentang terwujudnya an entrepreneur nation boleh jadi masih jauh, namun setidaknya sebuah langkah konkrit telah dijejakkan. Inilah sederet jejak tentang sebuah perjuangan untuk membangun rumah besar bernama kesejahteraan dan kemuliaan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi tentang entrepreneurship dan management skills, silakan klik DISINI.

sumber : http://strategimanajemen.net/2009/02/16/komunitas-tangan-di-atas-dan-tentang-mimpi-membangun-an-entrepreneur-nation/

Dahsyatnya Fungsi Otak Kanan

Otak kanan? Apa bedanya dengan otak kiri? Penting penting ga sih?
Sahabat,otak kanan kini kian penting dalam persaingan bisnis yang carut marut,yang penuh sikat-sikut dalam persaingan,baik persaingan secara sehat,maupun persaingan yang tidak sehat.Nah,ketika persaingan antar perusahaan sudah sedemikian sengit,lantas apa yang biasanya dilakukan sebagian perusahaan?
Kalo bukan menurunkan harga,pastilah menghambur-hamburkan  dana marketing untuk mempromosikan produk mereka.Bagi sebagian orang itu cara yang paling baik,tapi bagi para marketer kreatif,itu namanya bodoh!
Kenapa saya berani ngomong gitu? Karena sudah banyak bukti ,walaupun digempar habis-habisan dalam persaingan,masih banyak perusahaan dengan kreatifnya berani tidak menurunkan harga dan menghambur-hamburkan dana marketing,tapi produknya tetap diburu orang,kok bisa?
Itulah hebatnya otak kanan dalam bisnis dan pemasaran.Orang terlalu fokus pada otak kirinya,dan mengabaikan otak kanan yang sebenarnya mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa untuk mendongkrak profit.
Otak kanan sebenarnya sudah Anda guakan,bahkan sudah semenjak Anda masih bayi,hanya saja,penggunaannya masih belum optimal,khususnya untuk bisnis,penjualan dan kehidupan.
Sebelum dilanjutkan,mari lihat perbandingkan  otak kiri dan otak kanan
Otak Kiri                                                                    Otak Kanan
-Terkait IQ                                                                  -Terkait EQ
-Intrapersonal,self-centric                                         -Interpersonal,other-centric
-Kognitif,logis                                                            -Afektif,intuitif
-Analistik                                                                    -Artistik
-Kuantitatif                                                                  -Kualitatif
-Realistis                                                                    -Imajinatif
-Aritmatik                                                                   -Spasial
-Verbal,tertera                                                           -Visual,tergambar
-Eksplisit                                                                    -Inplisit
-Segmental,fokus                                                      -Holistik,difus
-Serial,linier                                                               -Pararel,lateral
-Terencana,cautious                                     -Tak terencana,implusive
-Mencari Perbedaan                                                -Mencarai persamaan
-Bergantung waktu                                                    -Tak bergantung waktu
Nah,mayoritas orang kuat kirinya,hanya sebagian kecil orang yang kuat otak kanannya.
Otak kanan ini lebih mendekati ke otak perasaan.Senang,sedih,perubahan perasaan,marah,yang mengatur adalah otak kanan kita.dan otak kanan akan sangat berguna apabila dioptimalkan  lebih baik lagi.Dan dengan otak kanan,anda bisa merasakan dahsyatnya fungsi otak kanan dalam bisnis,penjualan,dan bahkan dalam kehidupan!Baca lagi artikel serial otak kanan untuk menambah wawasan anda seputar otak kanan!Selamat membaca

Marketing ala Nabi Muhammad

Marketing ala Nabi Muhammad

Dialah Muhammad, sang pedagang! Seorang nabi mulia yang pandai berbisnis dan kaya raya. Sejak muda, beliau telah menggenapi dirinya dengan kebiasaan bekerja dan berdagang. Bagaimana Nabi Muhammad menjual produk-produknya?

Berikut Tips Marketing ala Nabi Muhammad :

1. Brand Nabi Muhammad adalah KEJUJURAN.
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya. Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.

2. Nabi Muhammad Mencintai Customer-nya.
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli. Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, “Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.”

3. Nabi Muhammad Selalu Memenuhi Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu.” (QS Al Maidah 3). Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).

Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.

4. Segmentasi ala Nabi Muhammad.
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.

Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.

Dalam soal segmentasi ini, Yamaha Motor adalah salah satu perusahaan yang bisa dijadikan teladan. Dia menciptakan motor Yamaha Mio, dengan mesin ber-cc kecil, tapi otomatis, dan mudah penggunaannya untuk segmen pasar perempuan. Dialah pelopor industri motor yang membidiki segmen ini, segmen yang sebelumnya selalu dilupakan pesaing lain. Hasilnya, dengan Mio Yamaha menyodok Honda dan menjadi penjual nomor satu di Indonesia 2007 ini.

Sumber: Niriah.com

Bagaimana Nabi Muhammad saw Melakukan Bisnis

 

Krisis Ekonomi Dunia belum berakhir, bahkan sektor rill didalam negeri sangat memperihatinkan, walau kacamata optimis harus kita lakukan, Allah SWT berfirman ;
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Kondisi ekonomi yang serba carut marut ini memberikan harapan jika kita menggunakan metode Rasulloh dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu simak berikut sesuai tentang bagaimanan Rasulloh dalam melaksanakan usahanya.

Sebelum mencapai jenjang KEROSULLANNYA, telah dikenal sebagai pengusaha muda yang disegani. Untuk sampai pada tataran itu, bukan jalan mudah. Seperti yang kebanyakan dikeluhkan para pengusaha, Nabi Muhammad SAW pun tidak memiliki cukup modal. Jangankan modal, dirinya pun hanya hidup sederhana mendompleng di rumah pamannya, Abu Thalib ra.

Tapi berdagang adalah seni. Modal yang sebenarnya adalah kejujuran dan keadilan dalam transaksi. Prinsip-prinsip inilah yang dijalankan Muhammad SAW

Kunci sukses berdagang Nabi terletak pada sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Itulah yang selalu dia tunjukkan ketika menjadi agen saudagar kaya Siti Khadijah ra — yang kemudian menjadi isti tercinta — untuk melakukan perdagangan ke Syiria, Jerussalem, Yaman dan tempat-tempat lain. Dalam perjalanan perdagangan itu, Nabi mendapatkan perolehan keuntungan di luar dugaan. Nabi menandaskan kejujuran dan agar menjaga hubungan yang baik dan ramah kepada para pelanggan maupun mitra dagang.

Prinsip Nabi, pedagang yang tak jujur, meskipun sesaat mendapatkan keuntungan banyak, tapi pelan tapi pasti akan gagal dalam menggeluti profesinya. Karena itu, dia selalu menasehati sahabat-sahabatnya untuk melakukan hal serupa. Apalagi saat Nabi memimpin ummat di Madinah. Praktek-praktek perdagangan yang mengandung unsur penipuan, riba, judi, ketidakpastian dan meragukan, eksploitasi, pengambilan untung yang berlebihan dan pasar gelap belia larang. Nabi juga memelopori standardisasi timbangan dan ukuran.

Nabi sangat konsen dengan kejujuran. Sampai-sampai, orang yang jujur dalam berdagang, digaransinya masuk dalam golongan para nabi. Abu Sa’id meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, “Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada.”
Sikap baik dalam berdagang
Dalam urusan dagang, nabi selalu bersikap sopan dan baik hati. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, “Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati ketika ia menjual dan membeli, dan ketika dia membuat keputusan.” (HR Bukhari).

Nabi juga menghindari sikap belebihan dalam berdagang, seperti banyak bersumpah. Tentang hal ini, nasehat Rasulullah, “Hindarilah banyak bersumpah ketika melakukan transaksi dagang, sebab itu dapat menghasilkan penjualan yang cepat, lalu menghapuskan berkah.”

Nabi sangat membenci orang-orang yang dalam dagangnya menggunakan sumpah palsu. Beliau mengatakan, pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan berbicara, melihatpun tidak kepada orang yang semasa hidup berdagang dengan menggunakan sumpah palsu.

Hak-hak kelompok dalam transaksi

Dalam proses pertukaran barang dengan persetujuan antara kedua belah pihak, seringkali ada konflik. Untuk menghindari ini, Nabi telah meletakkan dasar, bagaimana transaksi seharusnya terjadi. Ibnu ‘Umar meriwaytakan dari Rasulullah, “Kedua kelompok di dalam transaksi perdagangan memiliki hak untuk membatalkannya hanya sejauh mereka belum berpisah, keculai transasksi itu menyulitkan kelompok itu untuk membatalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Kedua belah pihak dalam transaksi perdagangan berhak membatalkan, selama mereka tidak berpisah. Jika mereka berkata benar, menjelaskan sesuatunya dengan jernih, maka transaksi mereka akan mendapatkan berkah. Tapi jika menyembunyikan sesuatu serta berdusta, maka berkah yang ada dalam transaksi mereka akan terhapus.” (Bukhari dan Muslim).

Bila berpegang pada sekelumit teladan Nabi itu, mestinya umat Islam sudah menjadi bagian terdepan dalam penguasaan ekonomi dunia. Tapi sayangnya, banyak ajaran Nabi dalam berdagang yang dilupakan. Kalau ingin perdagangan umat semaju seperti Singapura, mestinya prinsip-prinsip dagang Rasul tidak dijadikan kenangan, tapi pegangan.

Kiat-kiat praktis berdagang Nabi

PERTAMA : penjual tidak boleh berbohong dan menipu barang yang akan dijual kepada pembeli. Nabi bersabda, “Apabila dilakukan penjualan, katakanlah: tidak ada penipuan.”

KEDUA kepada para pelanggan yang tak mampu membayar kontan hendaknya diberikan waktu untuk melunasinya. Bila betul-betul dia tidak mampu membayar setelah masa tenggat pengunduran itu, Nabi akan mengikhlaskannya.

KETIGA penjual harus menjauhi sumpah yang berlebih-lebihan, apalagi sumpah palsu untuk mengelabui konsumen.

KEEMPAT hanya dengan kesepakatan bersama, atau dengan suatu usulan dan penerimaan antara kedua belah pihak, suatu bentuk transaksi barang akan sempurna.

KELIMA, penjual harus benar dalam timbangan dan takaran.

KEENAM, orang yang benar-benar membayar di muka untuk pembelian suatu barang, tidak boleh menjualnya sebelum barang tersebut benar-benar menjadi miliknya.
KETUJUH larangan melakukan transaksi monopoli dalam perdagangan. “Barang siapa yang melakukan monopoli, maka dia adalah pendosa.”

KEDELAPAN, tidak ada harga komoditi yang boleh dibatasi. Jika harga dibatasi, lalu tidak ada perusahaan dagang dan niaga, maka perdagangan dunia akan terhenti.
QS: An-Nisa : 29 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”

Bisnis Islami hakekatnya adalah selalu memegang asas keadilan dan keseimbangan. Selain itu juga telah dicontohkan aplikasi nilai-nilai Islam dalam mengelola bisnis oleh Nabi Muhammad SAW agar berhasil baik di dunia ataupun di akhirat. Nilai-nilai bisnis Islam telah menjadi tren baru dalam mengendalikan tujuan dan harapan ekonomi dalam jangka panjang, yang selalu mengedepankan kejujuran, kepercayaan, keadilan (profesional) dan komunikatif akan membawa spirit moral dalam bisnis sehingga melahirkan suatu bisnis ataupun usaha yang transparan.

Rasulullah SAW telah menentukan indikator jual beli yang mabrur dalam sebuah hadits sebagai berikut: ” Jika penjual dan pembeli itu jujur dan transparan, maka akan diberkahi dalam transaksinya” (HR. Bukhori no.2079 dan Muslim no.1532)

QS: An-Nisa : 29 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”

Syarat sahnya akad jual beli
1. Ijab dan qobul
2. Suka sama suka
3. Dilakukan oleh orang yang dibenarkan untuk melakukannya
4. Barang yang diperjual belikan halal beserta kegunaannya
5. Yang menjalankannya adalah pemilik atau wakilnya
6. Barangnya dapat diserah terimakan
7. Barangnya telah diketahui oleh kedua belah pihak
8. Harga berang ditentukan dengan jelas ketika akad

Bisnis atau jual beli terdiri dari beberapa jenis, Menurut syar’i pantangan moral bisnis (moral hazard) yang harus dihindari adalah sebagai berikut:

1. Maysir yaitu segala bentuk spekulasi judi (gambling) yang mematikan sektor riil dan tidak produktif.
2. Asusila yaitu praktik usaha yang melanggar kesusilaan dan norma social.
3. Goror yaitu segala transaksi yang tidak transparan dan tidak jelas sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak.
4. Haram yaitu objek transaksi dan proyek usaha yang diharamkan syariah.
5. Riba yaitu segala bentuk distorsi mata uang menjadi komoditas dengan mengenakan tambahan (bunga) pada transaksi kredit atau pinjaman dan pertukaran/barter lebih antar barang ribawi sejenis. Pelarangan riba ini mendorong usaha yang berbasis kemitraan dan kenormalan bisnis, disamping menghindari praktik pemerasan, eksploitasi dan pendzaliman oleh pihak yang memiliki posisi tawar tinggi terhadap pihak yang berposisi tawar rendah.
6. Ihtikar yaitu penimbunan dan monopoli barang dan jasa untuk tujuan permainan harga.
7. Berbahaya yaitu segala bentuk transaksi dan usaha yang membahayakan individu maupun masyarakat serta bertentangan dengan maslahat dalam maqashid syari’ah.

Sisi kehidupan Nabi Muhammad SAW yang kurang mendapat sorotan adalah karirnya sebagai pengusaha . Dalam literatur dan kisah sekitar masa mudanya, Nabi banyak dilukiskan sebagai Al-Amin dan As-Shiddiq. Lebih dari 20 tahun lamanya Muhammad SAW, berkiprah di bidang wirausaha, sehingga beliau dikenal diYaman, Syria, Busrah, Iraq, Yordania dan kota-kota perdagangan di jazirah Arab. Nabi Muhammad telah meletakkan dasar-dasar moral, manajemen dan etos kerja yang mendahului zamannya. Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan telah mendapatkan pembenaran akademis dipenghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21. prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan, pelayanan yang unggul, kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif semuanya telah menjadi gambaran pribadi dan ketika manajemen bisnis Muhammad SAW ketika masih muda.

Sumber dan referensi

1. Al-Qur’an dan hadist HR. Bukhori Muslim

2. SYiroh Nabawiyah

3. Bisnis Ekonomi Syariah

4. Afzallurahman dalam Muhammad SAW a Trader