Category Archives: Komunitas TDA

Pesta Wirausaha 2013 di JIExpo

Image

JAKARTA, KOMPAS.com – Komunitas Tangan di Atas atau disingkat TDA akan menggelar Pesta Wirausaha 2013. Kegiatan tahunan tempat berkumpulnya wirausahawan nasional tersebut rencananya digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dari tanggal 8-10 Februari 2013.

Ketua Panitia Pesta Wirausaha 2013 Teguh Wibawanto mengatakan, diharapkan sebanyak 19.000 partisipan akan menghadiri ajang Pesta Wirausaha 2013 yang bertema Menyongsong Era Indonesia Emas ini.

Menurut Teguh, wirausahawan dalam negeri diharapkan mampu memanfaatkan potensi Indonesia yang saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi di dunia.

“Apalagi di tahun 2025 nanti Indonesia diperkirakan akan masuk jajaran negara terkaya ketujuh di dunia,” katanya.

Rencananya, pesta Wirausaha 2013 akan menghadirkan 12 pembicara utama yakni wirausahawan papan atas tanah air serta sekitar 30 pembicara t ambahan dari wirausahawan lokal yang mengorbit.

Salah satu pendiri Komunitas TDA Badroni Yuzirman menuturkan, komunitas ini berawal dari blog miliknya. TDA yang merupakan komunitas nonprofit ini m emiliki tujuan agar para anggotanya dapat menjadi pengusaha sukses.

Komunitas yang sekarang memiliki perwakilan di 30-an kota di Indonesia ini memiliki visi membentuk pengusaha tangguh dan sukses yang berkontribusi bagi peradaban.

Adapun salah satu misi komunitas TDA adalah menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membentuk 10.000 pengusaha miliarder tangguh dan sukses hingga tahun 2018 nanti.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/10/16175884/Pesta.Wirausaha.2013.di.JIExpo

Iklan

Buku “Keajaiban Tangan Di Atas” Sudah Terbit

Alhamdulillah pada minggu lalu buku karya saya dan sahabat saya, @roniyuzirman sudah terbit. Buku berjudul “Keajaiban Tangan Di Atas” ini diharapkan menjadi panduan untuk para wirausaha baru yang ingin memulai dan membesarkan usahanya.

Buku ini juga merupakan buah tangan dari para pendiri Komunitas TDA, yang ingin mendokumentasikan sejarah pendirian TDA, kegiatan-kegiatan unggulan TDA seperti: Mastermind, Kelompok Mentor Bisnis, Bisnis Ala Pak Haji Alay dan Formula Sukses TDA serta menampilkan kisah sukses dari 11 member TDA.

Buku ini diberikan Kata Pengantar khusus dari Bapak Chairul Tanjung, Pemilik CT Corp dan Ketua Komite Ekonomi Nasional serta testimoni dari para sahabat TDA.

Semoga buku ini bermanfaat untuk kemajuan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia dengan lahirnya pengusaha dari generasi-generasi baru.

Terima kasih saya ucapkan kepada para pendiri TDA, pengurus TDA Pusat maupun wilayah, serta para sahabat dan member TDA di pelosok nusantara.

Salam Sukses Mulia!

Iim Rusyamsi

Twitter: @iimrusyamsi ; Blog: http://iimrusyamsi.com ; Fanpage: http://www.facebook.com/iimrusyamsipage

Berikut resensi buku dan testimoni yang ada:

KabarJakarta.com – The true entrepreneur is a doer, not a dreamer. Demikian Nolan Bushnell menyatakan bahwa sejatinya seorang entrepreneur adalah seseorang yang bertindak, bukan seorang pemimpi. Jika memang kita ingin terjun di dunia tersebut, maka bertindaklah sesegera mungkin meskipun kecil. Bukan malah terbuai lebih dahulu dengan mimpi kesuksesan yang bahkan jalannya pun belum ditapaki sama sekali.

Untuk menjadi seorang entrepreneur atau pebisnis atau pengusaha ini haruslah diwujudkan dengan aksi nyata. Sebuah langkah kecil yang diambil mungkin akan membawa kepada kesuksesan. Karena seribu langkah yang mungkin akan ditempuh dalam upaya mencapai kesuksesan ditentukan oleh keberanian melakukan one single step.

Apa saja jalan menuju kesuksesan itu? Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) membagi kepada publik apa-apa saja yang mungkin bisa dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Melalui buku Keajaiban Tangan Di Atas, para founder TDA, Badroni Yuzirman dan Iim Rusyamsi, memberikan pencerahan bagi mereka yang memutuskan dirinya untuk totalitas berbisnis namun tidak tahu harus memulai dari mana.

Dalam buku ini, para founder komunitas membocorkan kunci utama kesuksesan mereka, dan kesuksesan hampir mayoritas member komunitasnya. Apa kunci utama itu? Kunci utama itu bernama silaturahmi dan berbagi. Kedua hal inilah yang menjadi salah satu keajaiban Tangan Di Atas.

Sumber: http://kabarjakarta.com/mengintip-keajaiban-tangan-di-atas—-.html

Penulis: Badroni Yuzirman & Iim Rusyamsi
Ukuran: 15 x 23 cm
Tebal: xiv + 190 hlm
Penerbit: Qultum Media
ISBN: 979-017-232-X
Harga:Rp54.000,-
Buku Keajaiban Tangan di Atas yang ditulis oleh Sdr Badroni Yuzirman dan Sdr lim Rusyamsi menggambarkan fenomena baru di Republik tercinta ini, tentang kiprah anak muda membedah kebekuan dunia usaha bagi generasi muda melalui karya nyata untuk terjun dalam bidang usaha yang membuka lapangan kerja.
Chairul Tanjung, Ketua KEN dan Chairman CT Corp

Buku yang ditunggu-tunggu! Akan mengajaibkan banyak orang! Persis seperti yang telah dilakukan oleh komunitas TDA selama ini.
Ippho Santosa, Penulis Mega-Bestseller 7 Keajaiban Rezeki & Pendiri TK Khalifah

Momentum itu terjadi karena dua hal. Tercipta dan diciptakan. Komunitas TDA muncul karena keduanya. Buku ini menjadi pelecut dan bagian untuk menciptakan serta menghadirkan momentum kebangkitan wirausaha Indonesia.
Isdiyanto, Pemimpin Redaksi Majalah WK

Lingkungan pasti mempengaruhi kita. Jika ingin jadi orang baik, dekat-dekatlah dengan yang baik. Jika ingin pintar, mendekatlah ke orang-orang pintar. Jika ingin jadi pengusaha? Banyaklah bergaul dengan pengusaha yang dengan suka rela berbagi kesuksesan dan kegagalan. Salah satu “tempat berbagi” itu Tangan Di Atas. Buku ini salah satu jendela mengenal TDA, yang ditulis berdasarkan pengalaman pendiri dan diramu dengan beberapa teori. Simak, dan ketahui mengapa kita bisa jadi pengusaha.
Nukman Luthfie, Pengusaha Creative Digital

Menjadi pengusaha bukanlah soal keturunan tetapi soal nyali dan Lingkungan. Orang-orang yang mengambil jalan hidup sebagai pengusaha pastilah memiliki nyali di atas rata-rata orang. Tetapi sekedar nyali tidak akan menjadikan usaha Anda bertumbuh dengan pesat. Anda memerlukan komunitas yang pas agar bisnis mengalami percepatan. Komunitas yang sangat pas untuk pengusaha yang ingin melesat dengan karakter yang kuat adalah TDA. Segera gabung, Anda pasti mendapat banyak untung.
Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia

Sumber : http://qultummedia.com/pengembangan-diri/keajaiban-tangan-di-atas-detail.html

Asal Usul Munculnya Komunitas Tangan di Atas (TDA)


Sangat cerdas menggunakan semiotika tangan di atas sebagai perlambang memberi dan diimplementasikan dalam sebuah komunitas yang saling mengasihi sesama anggotanya dengan cara membimbing, memfasilitasi dan membantu untuk sukses dalam pekerjaan dan bisnisnya.

Awal berdirinya Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sangat unik namun sederhana, berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://www.roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tanggal 12 Januari 2006 adalah tanggal diadakannya talkshow tersebut yang dihadiri oleh sekitar 40 orang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur.

Dari talkshow itulah diperkenalkan istilah Tangan Di Atas yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung take action memulai bisnis. Pada tanggal 1 Februari, seminggu setelah itu dibukalah Moslem Fashion Area dengan para pengisi kiosnya 12 orang dari peserta talkshow itu.

Untuk memperlancar komunikasi di antara para alumni talkshow, maka dibuatlah sebuah mailing list untuk saling berkoordinasi mengenai toko masing-masing dan membahas permasalahan bisnis. Pada akhirnya mailing list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota mencapai ratusan orang.

Kini anggota komunitas TDA tersebar seantero Indonesia dan berjejaring lebih banyak menggunakan komunikasi online. Anggotanya mencapai hampir 1500 orang. Dapatkah kegiatan dan success story TDA ini menginspirasi berjuta bangsa Indonesia untuk memulainya dengan cara yang paling sederhana, secara kolektif dan bersama membangun kekuatan dan saling membantu.

Lebih Jauh Tentang TDA

Visi
Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban

Misi

  1. Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.
  2. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018.
  3. Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community.
  4. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota.
  5. Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Nilai TDA

  1. Silaturahim (Saling mendukung, Sinergi, Komunikasi, Kerja sama, Berbaik sangka, Team work, Sukses bersama)
  2. Integritas (Kejujuran, Transparansi, Amanah, Win-win, Komitmen, Tanggungjawab, Adil)
  3. Berpikiran Terbuka (Continuous learning, Continuous improvement, Kreatif, Inovatif)
  4. Berorientasi Tindakan (Semangat solutif, Konsisten, Persisten, Berpikir dan bertindak positif, Give and take, Mindset keberlimpahan)
  5. Fun (Menjaga keseimbangan dalam hidup)

Tentang Komunitas Tangan Di Atas (TDA)

Apa Itu Komunitas TDA?

Adalah sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire.

Apakah sesederhana itu?

Tidak, nama ini merupakan perwujudan dari keyakinan kami bahwa menjadi Tangan Di Atas itu lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Kami mengartikannya juga TDA sebagai pengusaha dan TDB sebagai karyawan. Di samping itu kami juga meyakini bahwa dengan menumbuhkan semangat berwirausaha, merupakan salah satu solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi bangsa.

Bagaimana cara mewujudkannya?

Ya, tentu saja dimulai dari kami sendiri. Dengan semangat saling berbagi, saling mendukung dan bekerja sama dalam komunitas TDA. Semua itu telah diwujudkan dalam beberapa kegiatannya.

Kenapa harus dengan komunitas?

Kami yakin dengan bersama-sama segalanya akan lebih ringan. Keyakinan itu terbukti dengan kebersamaan ini kami bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ada ciri khas lain yang membedakan TDA?

Ada, yaitu action oriented. Makanya seiring diplesetkan menjadi Take Double Action. TDA menghindari banyak melakukan diskusi dan perdebatan yang tidak produktif.

Apakah TDA lembaga sosial?

Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya.

Siapa saja member TDA ini?

Beragam. Tapi kalau di bagi ada 3 kategori, yaitu:

1. TDA, yaitu member yang sudah full berbisnis dan dalam upaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi.

2. TDB, yaitu member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA

3. Ampibi, yaitu member yang masih dalam tahap peralihan dari TDB ke TDA dengan melakukan bisnis secara sambilan

Apa saja kegiatan TDA?

1. TDA Garment (12 kios di ITC Mangga Dua dan 4 di Metro Tanah Abang)

2. TDA Seluler (9 konter ITC Mangga Dua)

3. TDA IT (+- 20 kios Mangga Dua Square, workshop, seminar IT)

4. TDA Goes To Franchise (kajian dan laboratorium konsep bisnis)

5. TDA Peduli (kerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap Dompet Dhuafa Republika)

6. TDA Wealth Strategy Club (diskusi dan penerapan wealth strategy)

7. TDA Event Organizer (seminar, talkshow, bazaar, pameran, tour)

8. TDA Business Re-education (seminar, business game, business coaching, bekerja sama dengan Action International Business Coaching http://www.action-international.com/, http://www.actioncoaching.com/)

9. TDA Business Conference on Yahoo! Messenger

10. TDA Business Portal (on progress)

11. TDA Daerah (Bekasi, Tangerang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Batam)

12. TDA Spiritual (pengajian bulanan)

13. TDA Finance

14. TDA Business Book Club, dll

Mengenal TDA lebih jauh silakan mampir di http://www.tangandiatas.com/

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Tentang Mimpi Membangun An Entrepreneur Nation

Beberapa waktu lalu, kita telah membahas tentang pentingnya menginjeksikan spirit kesaudagaran manakala sebuah bangsa hendak melenting menuju ranah kemakmuran. Narasi tentang kemonceran sebuah negeri dengan kata lain selalu dibentangkan oleh kisah heroisme barisan para entrepreneurnya.

Sayang, seperti yang pernah saya tulis disini, masih banyak ikhtiar yang perlu dirajut untuk bisa membentangkan benih-benih kemandirian ekonomi itu dalam keseharian masyarakat kita. Beruntung kini banyak anggota masyarakat yang dengan penuh kegairahan mencoba menegakkan kembali spirit entrepeneurship itu. Salah satunya adalah sebuah komunitas yang heroik nan penuh gairah bernama Tangan Di Atas – sebuah komunitas yang ingin menegakkan sebuah mimpi tentang terciptanya an entrepreneur nation.

Nama Tangan Di Atas sendiri diracik lantaran para anggotanya berniat untuk menjadi insan yang memiliki tangan diatas – maksudnya ingin menjadi insan yang senantiasa bisa menciptakan dan memberikan pekerjaan bagi sesama; dan tidak selamanya menjadi TDB (tangan dibawah) – maksudnya setiap bulan masih menerima gaji. TDA juga berarti ingin menjadi insan yang mandiri secara ekonomi dan finansial; dan pada ujungnya senantiasa ingin menjadi insan yang bisa menebarkan rahmat dan kemuliaan bagi sesama.

TDA sendiri lahir lantaran sebuah blog yang diasuh oleh anak muda progresif bernama Roni Yuzirman. Melalui beragam tulisan di blognya tentang entrepreneurship dan bisnis, ia memprovokasi dan menginspirasi pembacanya untuk berani mengambil tindakan menjadi insan-insan mandiri. Only Inspired Action Brings You Closer To Your Dreams, begitu semboyan yang selalu ia suarakan dengan penuh kegairahan.

Demikianlah, melalui interaksi antara dia dengan segenap pembacanya lalu terbentuklah Komunitas Tangan Di Atas pada tahun 2006 lalu. Kini, komunitas ini telah memiliki anggota lebih dari 2000-an orang dan tersebar di segenap penjuru Nusantara; dan banyak diantaranya masih berstatus karyawan yang ingin belajar dan berniat menjalankan bisnis sendiri.

Sampai saat ini Roni sendiri tetap rajin mengupdate isi blognya. Tulisannya asyik untuk dibaca, tangkas dan cergas. Saya nyaris tak pernah melawatkan isi postingannya. Sebab disana saya selalu bisa menemukan buih-buih pembalajaran yang kaya nuansa, bijak dan juga inspiratif (thanks Ron for your insightful blog !!).

Melalui serangkaian program yang digelar secara rutin – baik melalui media online ataupun offline, komunitas TDA tampaknya telah berhasil menumbuhkan para entrepreneur muda yang terus dengan gigih menjalankan roda usahanya. Begitulah, disitu kita kita bisa mendengar kisah tentang seorang star employee di perusahaan mutinasional Pfizer yang memutuskan untuk resign, dan kemudian memilih menjadi juragan batik online.

Juga tentang seorang profesional muda di perusahaan farmasi raksasa Pfizer yang mantap mengundurkan diri, dan kemudian memilih menjadi saudagar Emas yang kini kian menjulang bisnisnya. Atau juga seorang ibu muda elegan nan rupawan yang memutuskan untuk pindah kuadran, dan kemudian menekuni bisnis kaos yang terus berkibar-kibar.

Setiap tahun TDA melakukan semacam annual conference. Mereka menyebutnya Milad TDA. Tahun ini miladnya akan diselenggarakan pada tanggal 28 Feb – 1 Maret mendatang. Selama dua hari itu, kita akan disuguhi beragam sesi pembelajaran yang spektakuler, mulai tentang strategi bisnis oleh pakar dari MarkPlus, sesi motivasi oleh sang guru Tung Desem Waringin, hingga pelajaran leadership oleh sang pengarang buku Kubik Leadership yang fenomenal itu. Biayanya cuma Rp 400 ribu, sebuah harga yang murah untuk sesi seminar selama dua hari dengan para pembicara yang bermutu unggul. Saya sendiri memutuskan untuk ikut hadir dalam Milad itu : mencoba merengkuh beragam pengetahuan dan ketrampilan yang kiranya sangat bermanfaat. Jika Anda kebetulan ada waktu dan menginginkan ikut hadir, Anda bisa mendaftar DISINI.

Komunitas TDA dengan beragam kiprahnya mungkin telah memberikan kontribusi yang berarti bagi penumbuhan iklim kemandirian ekonomi di negeri ini. Impian tentang terwujudnya an entrepreneur nation boleh jadi masih jauh, namun setidaknya sebuah langkah konkrit telah dijejakkan. Inilah sederet jejak tentang sebuah perjuangan untuk membangun rumah besar bernama kesejahteraan dan kemuliaan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi tentang entrepreneurship dan management skills, silakan klik DISINI.

sumber : http://strategimanajemen.net/2009/02/16/komunitas-tangan-di-atas-dan-tentang-mimpi-membangun-an-entrepreneur-nation/