Monthly Archives: Januari 2013

SANDAL REFLEKSI DARI KULIT DURIAN ALA MAHASISWA FMIPA & FISE UNY

Sandal dibutuhkan oleh setiap orang, dari kalangan atas hingga kalangan bawah, usia anak-anak hingga usia tua, laki-laki maupun perempuan memakai sandal. Sandal juga diposisikan dari segi fungsi seperti sandal santai, sandal resmi, sandal sehat, dan yang lainnya sesuai segmentasi produk. Sandal sehat merupakan sandal yang berfungsi menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis karena memiliki tonjolan-tonjolan untuk efek pemijatan kaki. Sandal sehat yang beredar di pasaran kebanyakan terbuat dari bahan plastik dengan model polos dan tidak terlalu mengikuti fashion.

Salah satu inovasi untuk membuat sandal sehat muncul dari mahasiswa FIMPA dan FISE UNY, masing-masing Ahmad Hanif Sidiq dan Yuni Nurfiana Wulandari (jurdik Kimia FMIPA) serta Achmad Rivqi Effendi (Jurusan Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi). Mereka membuat sandal kesehatan atau refleksi terapi yang memanfaatkan duri limbah kulit durian.

Karena keunikannya inilah maka sandal refleksi dari kulit durian ini berhasil lolos dalam program kreativitas mahasiswa tingkat universitas yang didanai DIKTI pada tahun 2010. Sandal refleksi terapi yang memanfaatkan duri dari kulit durian ini difungsikan untuk pijat refleksi di telapak kaki melalui pengendoran otot-otot yang memberi efek terhadap kelancaran sirkulasi darah, kemampuan kerja organ sebagaimana mestinya baik itu jantung, otak, pencernaan, imunitas, dan sebagainya. Cara membuatnya dimulai dengan menggambar pola pada alas (sole/sol) dan spon atau kayu (midsole) sesuai sketsa, mencetaknya dengan bantuan pisau, dan merekatkan antara sole dengan midsole. Selanjutnya merangkaikan slop pada midsole.dan merekatkannya pada alas (sole). Kulit durian yang akan digunakan haruslah dikeringkan terlebih dahulu dibawah sinar matahari dan bagian lancipnya telah ditumpulkan. Kulit durian dipotong sesuai pola baik berdasarkan desain maupun manfaat kesehatan yang diinginkan. Kemudian direkatkan pada sisi midsole dan biarkan beberapa jam agar lemnya merekat. Kemudian dilakukan pewarnaan sesuai dengan desain sandal. Untuk mode sandal yang bongkar pasang sendiri, kulit durian maupun midsole dipaku bersama perekat yang terbuat dari kain.

sumber : http://uny.ac.id/berita/sandal-refleksi-dari-kulit-durian-ala-mahasiswa-fmipa-fise-uny.html

Sandal Kesehatan dari Kulit Durian

https://i1.wp.com/sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-snc6/c0.0.333.333/p403x403/166537_516451648376221_635644579_n.jpg

Semarang, ANTARA Jateng – Dua pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kebon Dalem Semarang mengolah kulit buah durian menjadi sandal kesehatan yang memiliki beragam manfaat.

“Kami ingin memanfaatkan kulit durian yang sebelumnya terbuang percuma. Daripada dibuang, lebih baik jika dimanfaatkan,” kata Alan Setiawan (14), siswa pengkreasi sandal durian di Semarang, Rabu.

Menurut siswa kelas X itu, pembuatan sandal kesehatan itu relatif cukup mudah, yakni dengan menempelkan kulit-kulit durian yang sebelumnya sudah dipoles di atas bakiak (sandal kayu) yang dibeli di pasar.

Dibantu Calvin Yanuar (14) kawan sekelasnya, mereka memulai dengan mengampelas kulit durian agar durinya tidak terlalu tajam, kemudian langsung ditempelkan pada bakiak yang sudah dipersiapkan.

Duri-duri kulit durian yang sudah diampelas itu menjadi sarana refleksi kaki yang cukup efektif karena sanggup “memijat” titik-titik syaraf di telapak kaki saat memakai sandal itu untuk berjalan.

Alan mengaku bahwa banyak yang tertarik dengan sandal kesehatan kreasi mereka, terutama kalangan guru dan orang tua siswa yang mengetahui jika kedua siswa itu mampu mengolah kulit durian jadi sandal kesehatan.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa dirinya tetap mengutamakan tugas utamanya, yakni belajar, sementara pesanan dilayani jika waktunya senggang, misalnya, sedang tidak disibukkan dengan tugas-tugas dan ujian sekolah.

“Apalagi, proses membuatnya juga mudah. Kalau sedang longgar, kami membuat sendiri sandal kayu untuk alasnya. Ya, tidak lama juga membuatnya, paling sekitar 15 menit sudah jadi sepasang,” katanya.

Namun, dia mengaku tidak jarang mereka memilih membeli bakiak jadi di pasar untuk bahan baku yang kemudian ditempelinya dengan kulit durian sebagai alas jika memang tidak sempat membuat sandal kayu.

“Kalau membuat sandal kayu sendiri bisa disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan. Ya, memang butuh proses. Kalau beli langsung bakiak jadi, ya, ukurannya sudah ditentukan, tinggal ditempel kulit durian,” katanya.

Untuk mencari kulit durian, kata dia, bukan perkara yang sulit, sebab saat musim durian seperti sekarang banyak sekali penjual buah beraroma menyengat itu di pasar dan pinggir-pinggir jalan.

Ia mengaku tinggal meminta kulit durian yang sudah tidak terpakai itu dari para penjual, biasanya pada sore hari saat sampah-sampah kulit durian sudah terkumpul dalam jumlah cukup banyak.

Alan mengaku memiliki kiat jitu untuk menghilangkan aroma durian yang menyengat dengan cairan khusus, yakni boraks, meski tidak sampai 100 persen menghilangkan aroma khas durian yang melekat.

“Sandal kesehatan dari kulit durian ini kami jual Rp15 ribu/pasang. Kami hanya sekadar berkreasi, sekaligus daur ulang limbah. Sandal kesehatan ini paling tahan enam bulan karena lama-lama kulit durian busuk,” kata Alan.

sumber : http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=71580#.UQZybfKow0Y

Durian Vacuum Cleaner

Bule Pun NgeFans Sama Durian

Pesta Wirausaha 2013 di JIExpo

Image

JAKARTA, KOMPAS.com – Komunitas Tangan di Atas atau disingkat TDA akan menggelar Pesta Wirausaha 2013. Kegiatan tahunan tempat berkumpulnya wirausahawan nasional tersebut rencananya digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dari tanggal 8-10 Februari 2013.

Ketua Panitia Pesta Wirausaha 2013 Teguh Wibawanto mengatakan, diharapkan sebanyak 19.000 partisipan akan menghadiri ajang Pesta Wirausaha 2013 yang bertema Menyongsong Era Indonesia Emas ini.

Menurut Teguh, wirausahawan dalam negeri diharapkan mampu memanfaatkan potensi Indonesia yang saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi di dunia.

“Apalagi di tahun 2025 nanti Indonesia diperkirakan akan masuk jajaran negara terkaya ketujuh di dunia,” katanya.

Rencananya, pesta Wirausaha 2013 akan menghadirkan 12 pembicara utama yakni wirausahawan papan atas tanah air serta sekitar 30 pembicara t ambahan dari wirausahawan lokal yang mengorbit.

Salah satu pendiri Komunitas TDA Badroni Yuzirman menuturkan, komunitas ini berawal dari blog miliknya. TDA yang merupakan komunitas nonprofit ini m emiliki tujuan agar para anggotanya dapat menjadi pengusaha sukses.

Komunitas yang sekarang memiliki perwakilan di 30-an kota di Indonesia ini memiliki visi membentuk pengusaha tangguh dan sukses yang berkontribusi bagi peradaban.

Adapun salah satu misi komunitas TDA adalah menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membentuk 10.000 pengusaha miliarder tangguh dan sukses hingga tahun 2018 nanti.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/10/16175884/Pesta.Wirausaha.2013.di.JIExpo

Cara Mengatasi Rasa Jenuh

Sudah hampir 10 tahun Joko bekerja pada perusahaan yang sama. Tidak ada yang salah dengan pekerjaannya, dan ia juga sangat menikmati pekerjaan tersebut. Namun kadang ada saat-saat ia merasa seperti ada yang kurang.

“Hidup saya rasanya seperti adegan film yang diulang-ulang,” keluh Joko.  Wajar saja, karena itulah yang dinamakan masa jenuh. Sebab, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan apa pun tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Bila semua orang menyukai pekerjaan mereka geluti, kemungkinan mereka tidak menyebutnya sebagai pekerjaan melainkan hobi. Mereka yang beruntung adalah orang yang dibayar karena melakukan “hobi” mereka.

Sebaliknya, bagi sebagian besar dari kita, tempat kerja bisa menjadi lingkungan yang tidak menyenangkan dan juga menguras seluruh energi. Penyebabnya mungkin karena atasan yang tidak cocok, perselisihan dengan sesama rekan kerja, atau bawahan yang tidak kompeten. Akan tetapi, dalam kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, gagasan untuk berhenti dari suatu pekerjaan tanpa memiliki cadangan adalah sangat berisiko.

Nah, bila Anda menemukan diri terseok-seok, selalu merasa tersiksa di pagi hari, atau bahkan tidak mampu rileks di akhir minggu, ini merupakan gejala “penyakit” rasa jenuh terhadap pekerjaan. Tips berikut ini bisa digunakan untuk beradaptasi dengan masa-masa jenuh tersebut.

1. Jangan “Mengeluarkannya” di Kantor.

Jangan mengeluh dan menunjukkannya di kantor. Biasanya orang-orang yang mendengarkan keluhan kita adalah istri atau pacar.  Tetapi sekarang era feminisme, jadi mungkin mereka juga bekerja dan mengalami masalah yang sama. Teman-teman pun bukan pilihan tepat karena mereka punya masalah sendiri-sendiri.  Kita juga tidak dapat mengeluh kepada sesama rekan kerja karena mereka kemungkinan adalah “bagian” dari masalah tersebut.

Cobalah  keluarkan segala keluhan lewat forum-forum yang memang disediakan untuk hal seperti ini. Sementara Anda mencari tempat kerja yang baru, Anda dapat melihat apa komentar orang lain tentang tempat kerja yang sekarang atau tempat yang sedang Anda incar. Anda juga bisa melihat kenyataan bahwa mungkin banyak orang lain yang memiliki nasib lebih buruk ketimbang Anda.

2. Ingat, Ini Tidak Selamanya.

Orang gampang beranggapan bahwa situasi ini tidak akan berakhir. Itu tidak benar. Para pekerja rata-rata punya pekerjaan lebih dari satu. Menurut Atlantic Canada Opportunities Agency, suatu kelompok yang mengikuti tren ekonomi, jumlah karier yang dapat dimiliki oleh seorang pekerja semasa hidupnya ada lima—tetapi angka ini makin meningkat. Gonta-ganti pekerjaan setiap beberapa tahun sudah lazim dilakukan saat ini. Jadi, Anda tidak perlu berpikir bahwa hal itu akan berdampak buruk pada resume Anda.

3. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri.

Ini adalah sebuah nasihat yang bagus, tidak peduli Anda menyukai pekerjaan atau tidak. Mudah bagi kita untuk jadi sulit tidur, sulit makan, dan kurang konsentrasi dalam bekerja. Oleh sebab itu, jalankanlah aktivitas yang Anda sukai (mulai dari bekerja di luar sampai membaca koran) dan lakukanlah sebagai salah satu kegiatan rutin pagi. Dengan demikian, Anda akan bersemangat melakukan aktivitas tersebut daripada pekerjaan Anda. Hal ini juga bisa memberikan Anda energi tambahan yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan.

Beristirahatlah, have fun, dan belajarlah tertawa…

4. Tambahkan “Bumbu” dalam Pekerjaan.

Tidak ada orang yang selalu bekerja di dalam kantor. Cobalah berikan diri Anda sedikit istirahat dari hari-hari kerja. Tonton tim olahraga favorit Anda di televisi atau dengarkan musik (bila memungkinkan). Keluarlah untuk makan siang dan gunakan waktu tersebut untuk mengurangi ketegangan di kantor. Mainkan game ringan di komputer (tetapi jangan pada jam kerja). Triknya adalah menemukan sesuatu yang Anda sukai dan menikmatinya selama beberapa menit di waktu senggang.

5. Pertahankan Sense of Humor Anda.

Tertawa adalah obat yang terbaik. Humor mampu meningkatkan kemampuan orang untuk beradaptasi dengan beragam situasi dan memberikan perspektif bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Coba tambahkan humor sedapat mungkin dalam kegiatan rutin Anda sehari-hari. Tonton drama komedi, dengarkan siaran radio non-berita.  Mempertahankan selera humor dengan baik bisa membuat Anda menjadi orang yang optimis dan semakin bersemangat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

6. Fokus pada Kehidupan di Luar Kantor

Bila Anda menghabiskan waktu 8 jam sehari di kantor, 8 jam untuk tidur, maka masih tersedia 8 jam lagi waktu untuk diri Anda sendiri. Bila Anda membiarkan hari-hari yang menyebalkan di kantor mengambil alih hidup Anda, maka Anda membiarkan perusahaan mencuri waktu Anda tanpa membayarnya. Gunakan waktu Anda pada siang hari dan fokuslah pada apa yang diinginkan. Lepaskan ketegangan dengan berolahraga. Pergilah ke bioskop dengan teman-teman yang Anda sukai atau menyantap makanan favorit dengan porsi yang memuaskan. Tujuan utamanya adalah meyakinkan diri bahwa Anda meninggalkan pekerjaan di tempat yang seharusnya… di kantor.

7. Jadilah Pekerja yang Lebih Baik.

Anda mungkin tidak merasa senang dengan pekerjaan, tetapi bukan berarti harus membuang-buang waktu. Karena Anda nantinya akan melamar pekerjaan yang lain, maka sekalian saja tingkatkan seluruh kemampuan dan keahlian Anda. Ambil sebanyak mungkin program training yang ada bila perusahaan menawarkannya. Minta izin kepada atasan untuk mengikuti training tersebut. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan!

Jangan menjadi pengacau dan rencanakan tindakan Anda selanjutnya…

8. Jangan Kacaukan Pekerjaan Anda.

Sebuah catatan penting mengenai tip yang sebelumnya, biar bagaimanapun buruknya keadaan, Anda tentu tidak ingin menghancurkan semua pekerjaan yang telah dilakukan. Bahkan bila Anda benar-benar pindah ke tempat lain, tidak ada alasan untuk meninggalkannya dalam keadaan kacau. Jadi, jagalah hubungan Anda tetap baik dengan pekerjaan Anda kapan pun juga.  Performance Anda pada pekerjaan sekarang turut menentukan pekerjaan yang selanjutnya. Gunakan hal tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja. Sikap yang positif selalu dapat mengalahkan situasi yang buruk.

9. Kelola Aktivitas dalam Pekerjaan.

Bila masalah Anda adalah pekerjaan yang semakin berat, kemungkinan besar rekan-rekan kerja yang lain juga merasakan hal  serupa. Bila Anda bisa akur dengan sesama rekan kerja, coba untuk mengadakan kegiatan bersama mereka untuk melepaskan ketegangan. Kelola acara-acara seperti pergi main bowling setelah jam kerja, nonton pertandingan olahraga, bertanding dengan divisi atau kantor lain untuk memperluas networking.

10. Tentukan Rencana Karier Anda.

Cara yang paling baik untuk melewati masa-masa sulit adalah menentukan tujuan karier Anda sendiri, dan berusaha untuk memenuhinya.  Dengan menetapkan tujuan, Anda akan menentukan juga di mana garis finish-nya. Dan dengan mencapai tujuan secara harian, mingguan, dan bulanan bisa memberilkan semangat, motivasi serta pikiran positif bagi diri Anda sendiri.

11. Cari Bantuan Profesional.

Lebih dari 19 juta penduduk Amerika menderita depresi. Walaupun stres di tempat kerja bukan penyebab utama depresi, hal itu tetap merupakan salah satu faktor pendukungnya. Bila Anda merasa tidak dapat beradaptasi dengan pekerjaan, penting juga untuk mencari bantuan dari mereka yang andal dan berpengalaman sebelum masalahnya bertambah parah. Tujuannya untuk mempertahankan akal sehat Anda di atas segalanya.

Banyak perusahaan besar yang menawarkan program konseling untuk membantu karyawan mengatasi masalah dan beradaptasi dengan pekerjaannya. Prinsipnya adalah: seorang pekerja yang happy adalah seorang pekerja yang produktif.

Bekerja “9 to 5” dengan sebuah pekerjaan yang buruk bisa menjadi akhir dari segalanya bagi Anda. Kunci utama untuk bertahan adalah mempunyai visi melebihi masalah Anda saat ini. Tidak perlu berpikir keras bagaimana supaya bisa menyukai pekerjaan yang Anda benci, atau mengapa bisa menjadi jenuh dengan pekerjaan sekarang. Anda hanya perlu beradaptasi sebaik mungkin dengan pekerjaan, sampai semua masalah bisa teratasi atau sampai menemukan pekerjaan lain yang lebih baik.

*berbagai sumber

Inilah 10 Kualitas Dalam Diri Pengusaha Sukses

Dalam bisnis,  bagaimana cara Anda untuk sukses? Kualitas seperti apa yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha sukses? Ini adalah pertanyaan umum yang setiap pemilik bisnis ingin tahu. Dan mereka mencoba untuk memahaminya.

Kabar baiknya, mereka (pengusaha sukses) telah memperlihatkan kepada kita tentang apa yang membuat mereka menjadi besar. Ada sejumlah strategi yang dapat Anda terapkan dalam bisnis Anda sendiri untuk meningkatkan peluang dan keberhasilan bisnis Anda.

Berikut adalah kualitas yang ada pada diri pengusaha sukses:

Mereka memiliki mimpi besar

Pengusaha sukses memiliki mimpi yang besar. Hal ini penting untuk bermimpi besar. David Novak, Chairman dan CEO Yum! Mengatakan, saya ingin terus bermimpi besar, bahkan jika orang berpikir saya melampau batas. Jika kita menetapkan tujuan yang berani, setidaknya kita memiliki tujuan untuk mencapainya. Namun, jika kita tidak memilikinya, apa gunanya muncul hari esok?

Mereka bisa mengidentifikasi peluang

Belajar bagaimana cara menemukan peluang adalah sifat penting yang harus dimiliki setiap pengusaha sukses. Seperti yang dikatakan  Gladys Edmunds, “Terkadang kesempatan datang dengan sendirinya. Namun, di waktu lain Anda harus mengejar kesempatan itu.”

Mereka siap untuk menang

Untuk menjalankan bisnis yang sukses membutuhkan kerja ekstra untuk mengelolanya. Mark Cuban mengatakan bahwa  setiap orang memiliki keinginan untuk menang, tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menang.

Mereka bersedia untuk bekerja keras dari sebelumnya

Ryan Allis menggambarkan kerja keras seperti ini, apakah anda bekerja 70 jam per minggu selama berbulan-bulan, ditambah Anda rela tidur di kantor  ketika lembur, dan anda tetap tetap mencari investor setelah pinjaman Anda ditolak oleh 50 bank.

Mereka disiplin dan fokus

Apa yang anda lakukan setiap hari akan menentukan apakah anda akan berhasil atau tidak dalam jangka panjang. Disiplin diri sangatlah penting, karena itu yang akan mendorong anda untuk bekerja dan bertahan dalam bisnis saat tantangan datang menghadang ketika menjalankan bisnis.

Mereka optimis, tapi mempersiapkan diri untuk terpuruk

Seperti yang ditulikan Donald Trump dalam bukunya: “Belajar untuk menghadapi masalah akan menyelamatkan saya dari banyak energi yang terbuang, dan akan menyelamatkan anda dari kejutan yang tak terduga. Ini seperti kehidupan, pasang surut yang tak terelakkan sehingga hanya mencoba untuk mempersiapkan dari untuk menghadapi mereka”.

Mereka cari dan bekerja dengan mitra yang tepat

Kitty Holding mengatakan, “mencari pasangan sejati adalah salah satu hal yang paling penting yang harus anda lakukan. Anda akan jauh lebih baik bila memiliki pasangan yang benar-benar dipercaya, dapat diandalkan, dan berfungsi secara efektif sebagai penyeimbang untuk kelemahan anda.”

Mereka berinovasi dan berpikir beda

Untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang kompetitif anda harus inovatif, jangan mengejar ketinggalan Anda, melainkan menciptakan pasar baru dan menemukan kembali yang baru.

Mereka tahu cara menjual

Penulis Donna Fenn menyarankan: “Pikat pelanggan Anda, dengan tidak menghadirkan produk anda sebagai komoditas tetapi dengan menjual sesuatu yang jauh lebih emosional dan berharga.”

sumber : http://www.marketing.co.id/blog/2012/12/10/inilah-10-kualitas-dalam-diri-pengusaha-sukses/